Kamis, 04 Desember 2014

AKUNTANSI DAN ALLAH

 

Akuntansi merupakan salah satu bidang kehidupan dan merupakan bagian dari ilmu. Akuntansi tak bisa dipisahkan dan dilepaskan dari kehidupan manusia. Dalam membangun kerangka kehidupan yang sesuai dengan nilai sebenarnya maka dalam pelaksanaannya, akuntansi seharusnya ditujukan pada nilai-nilai yang berada dalam Al-Qur’an.
Kita mengetahui bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Al-Qur’an mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik itu ekonomi, sosial, politik, budaya dan tanpa terkecuali kaitannya dengan akuntansi. Dalam ilmu ekonomi ataupun akuntansi, kita mengenal adanya muamalah dalam hal perdagangan.
Sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 282, yang mengatur tentang cara-cara bermuamalah yang baik, yang meliputi pencatatan mengenai utang piutang yang jelas dan sistematis agar tidak terjadi kekacauan. Dalam islam, kita meyakini bahwa segala hal, amal perbuatan kita, baik amal perbuatan buruk ataupun amal perbuatan baik, pasti dicatat oleh Allah, karena, karena setiap amal perbuatan yang kita perbuat harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah.
Jadi dalam kehidupan ini, kita sebagai seorang akuntan yang melaksanakan proses akuntansi, selayaknya bermuamalah dengan menerapkan nilai-nilai pertanggungjawaban, keadilan, kebenaran, kejujuran, sebagaimana kita bermuamalah dengan Allah.

Jadi hubungan antara akuntansi dan Allah adalah, akuntansi merupakan produk yang diciptakan Allah melalui perantara manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar